Pribadi yang Mantap


Dewasa ini, kebutuhan akan pribadi-pribadi berkualitas tinggi semakin tinggi. Abad ke-21 adalah era dimana hanya orang-orang yang berkualitas, mantap, dan memiliki keunggulan dibandingkan orang kebanyakan akan meraih keberhasilan.

Bercermin dari kehidupan Yusuf, Anda dapat beberapa hal yang dapat dipelajari untuk menjadikan Anda sebagai pribadi yang mantap.

 1. Milikilah prestasi kerja yang handal.

 Sebagai seorang budak, penyertaan Allah membuat hidup Yusuf berbeda. Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaannya. Kualitas kerjanya yang bagus diakui sehingga Potifar pun memberinya kepercayaan lebih (Kej. 39:2-3). Bagaimana dengan prestasi kerja Anda sampai saat ini dan sejauh mana Anda mengizinkan Allah terlibat dalam seluruh kehidupan Anda?

2. Jadilah orang yang dapat dipercaya.

Orang yang disertai Tuhan adalah orang yang dapat dipercaya. Yusuf membuktikan bahwa ia dapat dipercaya oleh banyak orang, mulai dari keluarganya, Potifar, sampai Firaun pun mempercayakan kepadanya untuk mengurus keperluan pangan seluruh negeri kepada Yusuf. Latihlah diri Anda untuk menjadi orang yang dapat dipercaya: oleh keluarga, teman-teman, atasan, pendeta, dan oleh Tuhan. Kepercayaan tidak dimulai langsung dengan hal-hal yang besar melainkan dari hal-hal kecil yang dikerjakan dengan serius dan penuh tanggung jawab.

3. Jadilah berkat bagi orang lain.

 Status sebagai budak belian tidak menghambat hidup Yusuf untuk menjadi berkat bagi orang lain. Inilah tujuan awal ketika Allah menciptakan manusia, yakni agar umat-Nya senantiasa menjadi berkat bagi sesamanya. Janganlah menahan diri Anda, termasuk dalam hal keuangan, untuk berbagi dengan sesama. Bukankah kita adalah garam dan terang dunia yang diutus untuk membawa dampak positif bagi dunia ini?

 4. Miliki moral yang baik.

 Yusuf adalah pribadi yang mantap karena ia sudah lulus ujian moral. Ia tidak menyimpan dendam, sakit hati, atau kepahitan, serta berkomitmen untuk menjaga kekudusan dengan menolak tawaran istri Potifar yang ingin mengajaknya tidur. Fakta membuktikan bahwa kelemahan moral menjadi penyebab hancurnya karir dan kehidupan beberapa pemimpin, dan sebaliknya, menjadi penopang yang kuat jikalau dibangun dengan komitmen teguh. Jadi, bangunlah moral Anda dengan serius.

Sumber: Renungan Pagi, Desember 2009

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s