Mempertanggungjawabkan hidup dihadapan Tuhan


tuhan
  Pernahkan saudara berpikir, kelak setelah kematian, saudara dihadapkan kepada Tuhan, dan Tuhan bertanya. ” Bagaimana engkau menjalani hidup dibumi, bagaimana engkau mempertanggungjawabkan kehidupan yang Kuberi sebagai anugerah? “Apakah yang akan saudara katakan kepada Tuhan?

Apakah saudara akan mengatakan ,” Wah,Tuhan, hidup saya hampa, berantakan, saya selingkuh, saya narkoba, saya suka marah-marah, saya suka clubbing, dan tidur subuh, saya bangun kesiangan, malas bekerja, saya suka berkelahi, suka gossip,pokoknya saya menikmati hidup sesuka saya, saya orang yang bebas, Tuhan.”

Atau, saudara akan berkata kepada Tuhan, ” Tuhan, tiap-tiap hari saya bangun pagi, lalu mencari wajah-Mu, saya suka berdoa, pergi kegereja, menolong orang, mendoakan teman-teman, menemani orang tua pergi kedokter, datang ketempat kerja tepat waktu, menjaga hidup kudus, memberikan persembahan, hidup penuh syukur, memberi sedekah, pokonya saya melakukan yang terbaik, Tuhan.”

Manakah yang akan saudara pilih?Kalo kita memilih yang pertama, alangkah malunya kita dihadapan Tuhan. Kita telah mneyia-nyiakan yang terbaik dari Tuhan, sebuah nafas kehidupan. Tuhan juga pasti akan mentertawakan dan marah pada kita, dan akhirnya pintu surga tertutup buat kita.

Namun bila kita memilih yang kedua, Tuhan pasti akan tersenyum dan senang bahwa kita menghargai apa yang telah Tuhan berikan untuk kita. Dia pasti akan berkata . ” Anak-Ku yang baik dan Kukasihi, masuklah bersama-sama Aku, dan makan bersama-sama Aku,. Rumahmu di surga telah menunggumu. ”

Saudara, janganlah pilihan itu hanya sebatas mulut dan angan-angan kita saja. Tapi mulailah memperbaikinya, tidak ada kata terlambat. Aturlah kehidupan saudara mulai sekarang, janganlah menunda-nunda lagi, karena kita tidak pernah tahu kapan kita menghadap Yang Maha Kuasa. Bukankah kita merindukan saat kita mati nanti Tuhan Yesus sendiri yang menjemput kita dengan wajah yang tersenyum dan bangga pada diri kita?

Yuk, kita sama-sama memperbaiki diri dan kehidupan kita. Mulailah dari hal yang paling mudah engkau lakukan, dan biarlah itu menjadi suatu kebiasaan yang perlahan-lahan akan membentuk kehidupan saudara. Puji Tuhan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s