Setia dalam perkara kecil


Sore ini penulis diingatkan untuk membuat sebuah artikel, yang diberi judul setia dalam perkara kecil.Kelihatannya tidak menarik untuk melakukan hal-hal yang kecil dalam hidup kita. Kita cenderung lebih tertarik melakukan perkara-perkara yang besar dan penting. Kita merasa perkara-perkara yang kecil itu bukan bagian kita, tapi orang lain. Penulis pun pernah berpikir demikian, sampai akhirnya penulis membaca suatu ayat firman Tuhan yaitu Lukas 16:10 “ barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Kita tidak mempunyai takaran khusus, yang mana perkara kecil dan mana perkara besar. Namun kita tahu bahwa ukuran yang besar biasanya menyangkut keegoan kita, melibatkan banyak orang dan menaikkan prestise diri kita. Sedangkan perkara kecil biasanya ruang lingkupnya sempit dan tidak memerlukan keterlibatan orang banyak. Misalnya: bangun pagi. Supaya kita dapat bangun pagi , kita tidak memerlukan bantuan banyak orang, tapi diri sendiri. Bagaimana kita dapat dipercayakan untuk memimpin saat teduh bersama jika kita sendiri tidak sanggup bangun pagi. Bangun pagi adalah perkara kecil, sedangkan memimpin saat teduh bersama adalah perkara yang besar. Jika kita sendiri tidak mampu, bagaimana orang lain dapat mempercayakan sesuatu hal yang besar pada diri kita?

Jadi, mulailah dari diri anda dahulu. Buatlah sebuah daftar hal-hal yang ingin anda ubah, perkara-perkara kecil yang biasa anda lakukan setiap hari. Mungkin selama ini anda tidak memperhatikannya, anda berpikir hal itu tidak apa-apa, tidak memperngaruhi hidup anda. Namun anda salah jika menilai seperti itu. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian.

Komitmen. Jadwalkan ulang perkara-perkara kecil itu menurut yang terbaik anda lakukan dan anda mampu melakukannya. Jika anda masih tidak mampu melakukannya, maka tundalah dahulu atau kaji ulang. Kemudian setelah anda mencatatnya, maka ambillah komitmen untuk melakukannya setiap saat.

Setia. Setelah anda mengambil sikap komitmen terhadap jadwal anda, maka setialah terhadap komitmen itu.

Untuk memudahkan kita bersikap setia dalam perkara-perkara kecil yang sudah dibuat, maka lakukanlah langkah-langkah berikut ini :

–          Melakukannya selama 40 hari

Mengapa? Karena kebiasaan baru terbentuk setelah 40 hari.

–          Mengubah pola pikir/ cara pandang

Ambillah kutipan ayat Lukas 16:10 sebagai pedoman anda.

–          Berjanji pada Tuhan

Mengikat janji pada Tuhan, biasanya dapat memberikan dorongan positif bagi kita untuk setia.

–          Miliki pendirian yang positif

Bentuk perilaku anda dengan memilih hal-hal yang positif.

–          Miliki emosi yang positif

Kontrol emosi anda, jagalah selalu untuk tetap positif.

Dengan melakukan perkara-perkara yang sederhana, karakter-karakter positif anda akan terbentuk. Banyak orang yang tidak tertarik untuk melakukan hal-hal yang sepele dimata manusia, mereka berpikir , bukankah ada orang lain yang melakukannya, dan saya bukan orang yang tepat untuk melakukan hal sepele itu. Padahal banyak manfaat yang diperoleh dengan melakukan hal-hal yang sederhana itu, misalnya pembentukan karakter, tahan uji, menemukan sesuatu yang positif dibalik perkara yang sederhana. Misalnya datang tepat waktu di tempat kerja. Rata-rata masyarakat sekarang datang ke tempat kerja selalu on time atau terlambat beberapa menit dari jadwal yang telah ditentukan. Sepele bukan?

Alasan yang paling kuat keterlambatan adalah macet. Sesungguhnya, kita bisa mengontrol jam kapan kita masuk lebih awal ke tempat kerja. Kita bangun lebih awal, tidak bangun dengan terburu-buru, yang justru membuat semangat kerja kita menurun, karena kita sebagai manusia cenderung cepat mengalami kecemasan. Akibat kecemasan itu, kondisi fisik kita tidak baik, serangan jantung, keringat dingin, yang membuat kondisi kita saat itu menjadi tidak mood. Sepanjang hari hidup kita penuh kecemasan, ketakutan, dan tidak nyaman lagi. Itulah yang kita bawa didalam pekerjaan kita. Kita sukar untuk menikmati jam kerja, dan semuanya berawal dari bangun pagi. Karena keterlambatan, kondisi kerja kita tidak baik, dan ini tentunya pengaruh terhadap produktivitas kerja kita dan kenaikan gaji.Anda pastilah menjadi orang yang terakhir untuk pertimbangan kenaikan gaji. Tentunya anda tidak menghendaki gaji anda tetap untuk selamanya. Lalu? hasilkanlah produktivitas yang terbaik dalam pekerjaan anda. Dan itu dimulai pada awal pagi. Perkara kecil juga menentukan perkara besar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s