Kereta Tram


Seperti biasanya aku pulang dari gereja naik kereta tram, sebuah bus berbentuk kereta kayu, salah satu fasilitas yang diberikan gereja Christ cathedral. Hari ini kereta itu penuh penumpang, dan salah satunya seorang ibu yang menggendong anak balitanya , seorang baby sitter dan seorang anak yang kira-kira berusia 4 tahun.Walaupun ini berbentuk kereta kayu, namun cukup nyaman diduduki. Angin sepoi-sepoi menghembus ke dalam kereta ini sehingga kami tidak merasa kepanasan. Kereta ini memiliki khas tersendiri.

Ketika keluarga ini menaiki kereta ini, aku sempat melihat papa anak ini, namun sekarang ia tidak berada didalam kereta bersama dengan mereka. Kemanakah sang papa tadi? Ditengah perjalanan pulang kami, aku mendengar sang mama bertanya pada anak laki-laki ini,; senang tidak?; dan anak ini pun mengangguk. Anak ini menikmatiu perjalanan kereta ini, hingga akhirnya mereka berhenti pada mall sumarrecon (SMS), dan aku melihat sang papa tadi, dan ia mengendarai motor. Ternyata anak ini memang sengaja naik kereta karena ia senang akan kereta ini. Sang papa menyambut anak ini dengan sebuah senyuman, kelihatannya sang papa senang telah memenuhi permintaan anaknya yang sederhana ini.

Sama seperti Bapa di surga, bila kita meminta sesuatu kepadanya, Dia pasti senang, karena bukankah Dia Bapa kita? Ketika Dia dapat memenuhi permintaan kita,dan  kita merasa senang, tentunya Bapa di surga juga tersenyum bahagia. Tapi bagaimana jika permintaan kita tidak sesederhana seperti anak kecil itu tadi? Saya yakin Bapa di surga bukannya menolak untuk memberi, tapi Dia punya alasan tersendiri dan tahu apa yang terbaik buat kita, karena Dia mampu melihat kedepan, melebihi keterbatasan kita.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s