Teladan Allah


Apa yang hendak kulakukan malam ini? Hari ini adikku tidak pulang, menginap dirumah tante kami. Biasanya disela-sela istirahat malam, aku membuat kui ling kao (sejenis cincau hitam) untuk aku jual besok. Tidak memakan waktu lama, namun paling tidak aku punya aktifitas yang positif. Aku bekerja dengan bapaku yang memiliki usaha dibidang farmasi. Setiap pagi aku bekerja jam 7 pagi hingga jam 4.30 sore.Tidak jarang aku terlambat masuk kerja. Entahlah kadang aku merasa lelah dan bosan dengan pekerjaanku. Aku berlatar belakang akuntansi tapi bekerja sebagai marketing toko.

Sebenarnya aku cukup puas dengan apa yang aku kerjakan sekarang, namun kadang aku merasa bisa lebih menggunakan kemampuanku. Mungkin waktunya belum tiba, pikirku. Aku mensyukuri pekerjaan utamaku dan usaha sampinganku. Kalo dijumlahkan, maka penghasilan sebulanku cukup lebih dibandingkan aku bekerja kantoran dengan waktu yang terbatas itu. Dulu aku pernah bekerja kantoran, namun akhirnya aku memutuskan untuk mencoba bekerja sendiri. Aku sedang memupuk pengalaman bekerja dibidang farmasi ini. Pikirku, kelak aku ingin punya usaha farmasi sendiri, walaupun kecil-kecilan.

Aku tidak pernah bermaksud untuk memupuk kekayaan. Yang penting aku bekerja halal dan tidak menggantungkan diri dengan orang lain (mandiri), tidak menyusahkan orang lain.

Hidup bukan untuk mengejar kepentingan duniawi, tapi hidup adalah proses karakter untuk hidup kekal. Hidup didunia ini hanya sementara saja, kekayaan tidak dibawa mati, tapi ditinggalkan untuk orang lain. Bekerja tetap harus fokus, tidak menyimpang kekiri dan kekanan, misalnya korupsi, manipulasi orang lain, atau perbuatan apapun yang disebut dosa. Kalo hidup hanyalah untuk kepentingan duniawi, alangkah sia-sianya hidup itu. Tidak mempunyai makna dan kehilangan berkat.

Hidup adalah untuk memberkati dan diberkati. Hidup yang tidak egois (mementingkan diri sendiri), tidak berpusat pada diri sendiri, tetapi peduli terhadap orang lain. Peduli adalah salah satu bentuk kasih kita terhadap sesama. Kalo tidak ada orang lain yang mempedulikan diri kita dan kita tidak peduli dengan orang lain, maka hidup ini terasa hampa/kosong. Kepedulian adalah salah satu bentuk kasih yang diajarkan Kristus. Karena kepedulian Allah, maka Ia mengutus AnakNya yaitu Yesus untuk mati diatas kayu salib menebus dosa kita. Allah yang menciptakan kita tidak bersikap cuek melihat kita hidup dalam dosa. Semenjak Adam jatuh dalam dosa, maka semua makhluk hidup dimuka bumi hidup dalam dosa. Itulah yang disebut dosa peranakkan. Sejak dalam kandungan kita telah berdosa, dan upah dosa adalah maut. Allah tidak ingin hal itu terjadi. Ia yang menyayangi kita, mengasihi kita, menciptakan kita, memutuskan bahwa harus ada yang menebus hidup kita. Sesuatu yang tidak bercela atau tidak berdosa, namun tidak didapati dimuka bumi.

Dan akhirnya Ia mengutus Yesus untuk lahir ke dunia ini sebagai Anak Manusia, menggantikan posisi kita, mati diatas kayu salib. Kematian diatas kayu salib adalah sebuah kutuk. Itulah hidup kita, kita hidup dalam kutuk dosa, yang harusnya mati dalam kekekalan. Namun Yesus menggantikan posisi kita untuk mati terkutuk oleh dosa.

Dan sekarang, kita memiliki kebebasan, tidak lagi sebagai hamba dosa, tapi merdeka dari kutuk dosa, yang adalah maut.

Bersyukurlah kita karena Allah peduli pada hidup kita. Allah sudah memberikan contoh teladan buat hidup kita. Ketika kita peduli pada hidup seseorang, maka hati orang tersebut tersentuh, dan dia akan merasa betapa bermaknanya dia hidup. Mulailah ambil peduli pada hidup orang lain, tanyakan kabarnya, apa yang dilakukannya sekarang, memberi salam, tersenyum padanya, berbagi cerita dengannya.

Lakukanlah, bukan sekadar basa-basi, tapi ambil sikap positif terhadapnya. Dan ketika anda berpikir bahwa anda yang membutuhkan seseorang untuk peduli pada anda, maka bukalah hati anda untuk memulai dahulu dengan orang lain. Kepedulian yang tulus akan membuka kesukacitaan hidup. Don’t pass it!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s