Kate


Kate lahir disebuah kota dalam sebuah keluarga yang terpandang yaitu keluarga keturunan imam. Sewaktu Kate masih kecil, kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan mobil. Kate adalah seorang anak laki-laki yang lahir dengan tubuh pendek, pipinya kemerah-merahan, rambut keriting dan matanya bulat hitam. Kate hidup dalam pengasuhan pamannya. Pekerjaan pamannya adalah petugas pajak dikota tersebut. Kehidupan pamannya yang mewah dan glamour, berfoya-foya, suka memeras rakyat sangat mewarnai kehidupan kecil Kate. Teman-teman Kate waktu kecil juga adalah anak teman-teman pamannya. Kate yang kecil tidak tahu mana yang baik dan mana yang jahat. Ia hidup menurut kehidupan pamannya.

Kini Kate telah tumbuh menjadi seorang pemuda dewasa, yang memiliki karakater keras, egois, serakah, kasar, dan pemarah. Ia telah berumur 30 tahun. Pamannya telah meninggal dunia. Kate hidup seorang diri dalam rumah yang mewah dan besar. Pekerjaan pamannya yang dulu, kini digantikan oleh Kate. Kate hidup sebagai seorang petugas pajak yang baru. Begitu juga dengan teman-teman Kate. Mereka tumbuh bersama-sama dan bekerja pada bidang yang sama. Kehidupan Kate tidak berubah. Ia masih hidup dalam kemewahan, pesat pora, dan terus memeras rakyat. Sering Kate menggunakan kekerasan dalam memungut pajak. Ia tidak segan-segan menyewa preman-preman untuk memeras masyarakat agar membayar pajak yang tinggi. Rakyat ada yang dipukuli, dirampas harta bendanya, dan dikenakan denda bunga yang tinggi karena terlambat membayar.Kate dibenci oleh masyarakat.

Harta Kate semakin banyak, tapi Kate tidak merasa bahagia. Kate kesepian. Ia hanya punya teman sesama petugas pajak. Masyarakat tempat Kate tinggal menghindar darinya, tidak mau berbicara dan berteman padanya. Jikalau Kate pergi jalan-jalan keluar rumah, orang-orang memalingkan mukanya, tidak ada yang tersenyum padanya. Oleh karena rasa kesepian itu, ia sering mabuk-mabukan. Kate merasa tidak ada yang memperhatikannya. Kate merasa sendirian didunia ini. Hampir setiap malam Kate menangis. Kate butuh teman berbicara, tapi tidak ada yang mau mendengarkannya.

Suatu hari dikota tempat Kate tinggal akan diadakan KKR. Kate tidak pernah mendengar istilah KKR ini. Kate bingung, apa itu KKR? Hati Kate tergerak untuk datang kesana. Walaupun Kate bingung tapi Kate tetap akan datang. Kate tahu masyarakat akan menolaknya, tapi Kate tidak peduli. Kate bertekad untuk datang.

Tibalah saatnya KKR tersebut diadakan.

Dan benar, Kate datang!

Lihatlah, Ia datang seorang diri.

Setiap mata memandang Kate dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Kate tetap melangkah menuju tempat mimbar. Karena ia bertubuh pendek, dan ia ingin melihat dekat selama KKR berlangsung. Awalnya Kate heran melihat semua orang bernyanyi penuh sukacita. Tapi Kate tidak beranjak dari tempatnya. Ia menikmati setiap pujian dan penyembahan yang dilantunkan. Banyak orang yang mengalami mukjizat. Begitu juga dengan Kate. Kate dilawat oleh Tuhan. Hati Kate dijamah oleh Tuhan. Kate menangis. Air matanya mengalir deras ditengah pujian dan doa. Dan Kate merasakan hatinya damai dan sukacita. Belum pernah Kate merasakan hal seperti ini. Kate tahu itu Tuhan. NamaNya Tuhan Yesus. Seorang hamba Tuhan bertanya, “ Apakah ada yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat?”. Kate mengangkat tangan. Kate akhirnya didoakan oleh hamba Tuhan tersebut.

Hari ini Kate pulang kerumah dengan perasaan yang tidak biasa. Ia bersukacita, sangat bersukacita. Kate tidak merasa sendiri lagi, karena sekarang Kate sudah punya Tuhan Yesus. Kate bisa tersenyum. Kate berjanji pada Tuhan bahwa Ia akan bertobat. Ia tidak  akan lagi memeras rakyat untuk membayar pajak. Ia berjanji pada Tuhan, ia akan mengembalikan semua uang hasil pemerasannya kepada masyarakat. Bahkan ia akan mengembalikannya 4 kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya. Malam itu Kate bisa tidur dengan damai. Kate belum pernah merasakan kedamaian tersebut. Belum pernah!

Keesokan harinya Kate kedatangan tamu. Bagi Kate, ini adalah tamu istimewa. Tamu ini adalah seorang hamba Tuhan. Kate menerimanya dengan senang hati. Kate membawa tamu itu ke ruangan tamu. Belum pernah Kate menerima tamu lain kecuali teman-temannya. Hamba Tuhan itu berbicara pada Kate mengenai kasih Tuhan Yesus. “Tuhan Yesus mengasihi Kate”, kata hamba Tuhan itu. “Tuhan Yesus tahu apa pergumulan Kate dan Ia peduli pada Kate. Tuhan Yesus sudah mati untuk Kate, menebus dosa dan kejahatan yang pernah dilakukan Kate. Tapi Kate harus tetap minta pengampunan dosa pada Tuhan Yesus dan berjanji untuk bertobat. Sekalipun semua orang meninggalkan Kate, tapi Tuhan Yesus selalu mengasihi dan menyertai Kate. Karena Kate, Tuhan Yesus mau mati dikayu salib”. Kate tidak marah, tapi ia menangis. Betapa Ia telah berdosa kepada Tuhan Yesus. Ia telah banyak melukai hati Tuhan Yesus, tapi Tuhan Yesus masih mengasihinya dan mati untuknya. Akhirnya Kate diberikan sebuah Alkitab oleh hamba Tuhan itu, dengan sebuah ayat Yohanes 15:13-14 “ Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. “

Kate sadar, selama ini Yesuslah sahabatnya. Ia tidak sendiri, tapi sudah punya sahabat yang sejati, Yesus Kristus. Kate bercerita banyak kepada hamba Tuhan ini atas segala perbuatan yang pernah ia lakukan sampai ia dibenci oleh masyarakat. Sekarang Kate tahu bahwa perbuatannya yang dulu adalah dosa. Kate juga bercerita janjinya pada Tuhan Yesus semalam dan ia akan menepatinya. Ia tidak akan mengulur-ulur waktu lagi. Kate merasa lega bisa menceritakan semua pergumulannya. Hamba Tuhan itu mengajak Kate untuk berdoa. Selesai berdoa, Kate meminta hamba Tuhan itu menemaninya kerumah warga yang pernah ia peras. Kate ingin minta maaf dan mengembalikan uang peras itu seperti yang Kate janjikan pada Tuhan.

Setiap warga heran melihat perubahan sikap Kate. Kate yang suka memeras uang pajak, sekarang datang meminta maaf dan mengembalikan uang tersebut pada mereka. Kate yang pemarah, egois, kini datang merendahkan diri. Mereka heran dan bingung, apa yang telah terjadi pada diri Kate? Bukan itu saja, sikap yang ditunjukkan oleh Kate pun berbeda. Sebenarnya mereka ingin menolak Kate, tapi karena niat tulus Kate, akhirnya Kate diterima oleh warga. Setiap keluar dari rumah-rumah mereka, Kate merasakan sukacita dan damai dalam hatinya.

Setiap minggu Kate mulai rajin ke gereja. Setiap hari Kate rajin membaca alkitab. Setiap waktu Kate tidak lupa berdoa. Hati dan hidup Kate telah diubahkan oleh Tuhan Yesus. Kate menjadi orang yang baik, tidak lagi mementingkan diri sendiri, tidak serakah. Kate meninggalkan kehidupan lamanya, jauh dari foya-foya, pesat-pora dan mabuk-mabukan. Kate tidak pernah lagi memeras rakyat untuk membayar pajak. Kalau ada rakyat yang kesusahan, Kate datang membantu. Rakyat menjadi senang melihat perubahan dalam diri Kate. Ia bukan Kate yang dulu lagi. Sekarang setiap bertemu, mereka melemparkan senyum pada Kate. Setiap orang ingin berteman dengan Kate. Kate punya banyak teman.

Lima tahun berlalu. Kini Kate adalah seorang hamba Tuhan. Kate sudah menemukan panggilan hidupnya didalam Tuhan Yesus. Orientasi hidupnya bukan lagi untuk kesenangan pribadi, tetapi untuk Tuhan Yesus. Kate mendirikan sekolah yang sederhana untuk rakyat yang tidak mampu dan mengajar disana. Haleluya. Amin.

Diambil dari kisah Zakheus dalam Lukas 19:1-10

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s