Air Susu dibalas Air Tuba


Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi pada salah satu hamba Tuhan, sebut saja ibu M. Saya adalah salah satu orang yang pernah dilayani beliau. Waktu itu saya sedang sakit dan ingin menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya. Beliau mengunjungi saya dan mendoakan saya, padahal kami belum pernah bertemu dan saling mengenal.

Dalam pelayanannya terhadap orang lain, beliau tidak memandang status dan lokasi. Dimanapun anda berada jika memang membutuhkan beliau, ia pasti datang. Beliau bukanlah orang yang berkecukupan. Namun ia rela mengorbankan waktu, uang dan tenaga dalam pelayanannya.

Beliau tidak memiliki rumah dan tidak mempunyai dana yang cukup untuk mengontrak rumah, namun ia dipelihara oleh Tuhan secara luar biasa. Ada seorang dermawan, yang juga seorang jemaat Tuhan memberikan pinjaman rumah untuk beliau dan anak-anaknya tinggal. Karena memang rumah tersebut tidak ditinggali oleh keluarga dermawan tersebut. Daripada dibiarkan kosong, maka dermawan ini mempercayakan beliau untuk menempatinya. Padahal rumah tersebut berada dilokasi elit dan dalam keadaan baik/terawat. Bisa saja dermawan ini mengontrakkan rumahnya pada orang lain. Dan ini bukan pertama kalinya beliau mendapati rumah untuk tinggal gratis, namun berkali-kali ia selalu mendapatkan tempat tinggal yang baik. Bukan karena kekuatannya, tapi Tuhan yang memberi jalan padanya.

Suatu ketika ibu M ini jatuh sakit, dan cukup berat keadaannya. Bisa dikatakan mengalami stroke ringan, dan akibatnya ia tidak dapat berjalan. Keadaan seperti ini tidak membuatnya menjadi “lemah”, tapi ia tetap berjuang dan bersemangat untuk berobat dan berdoa pada Tuhan Yesus. Ia tetap rajin pergi beribadah pada hari minggu, dan doa malam pada hari biasa. Perlahan-lahan akhirnya ia dapat berjalan, dan kembali dalam pelayanannya.

Suatu ketika datang cobaan yang berat dalam hidupnya. Bermula dari hadirnya seorang anak panti asuhan sebuah yayasan. Namanya Y. Y adalah seorang laki-laki , SMP kelas 3. Karena sesuatu hal, ketahuan pacaran, Y hendak dikeluarkan dari yayasan tersebut. Y melarikan diri ke tempat ibu M ini tinggal. Y adalah sahabat anak ibu M yang memang pernah tinggal dalam panti asuhan yang sama.

Awal rencananya, ibu M hanya mengizinkan Y tinggal satu atau dua hari saja, sambil mengurus cara penyelesaian perkara Y ini dengan pihak yayasan. Namun sayangnya, pada hari ketiga, Y mengeluh sakit perut yang luar biasa. Ibu M pun membawanya kerumah sakit untuk diperiksa. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa Y mengalami usus buntu yang sudah parah dan harus segera dioperasi. Ibu M segera menghubungi pihak yayasan dan ibu kandung Y. Tapi sayangnya, ibu kandung Y malah bersikap acuh tak acuh, tidak percaya  cerita ibu M dan malah menuduh ibu M hendak memeras uangnya dengan alasan yang omong kosong. Dan pihak yayasan tidak berani mengambil keputusan dan tanggungjawab karena ketua yayasan sedang tidak berada ditempat ( luar negri). Keadaan sangat mendesak. Akhirnya dengan terpaksa ibu M mengambil keputusan  agar Y segera ditolong (dioperasi). Beberapa hari berlalu, Y masih mengeluh sakit. Mereka pun pindah ke rumah sakit yang lain. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa hasil operasi yang lalu tidak sempurna. Dan harus segera dioperasi kembali.

Ibu M kebingungan. Tanpa berpikir panjang, ibu M menyetujui pengoperasian kembali. Dana yang didapat adalah hasil tabungan rumah ibu M.

Operasi pun dilakukan. Beberapa hari setelah dioperasi, keadaan Y tidak membaik. Tuhan berkehendak lain. Akhirnya Y meninggal dunia. Kematian Y menjadi penyebab masalah besar yang harus dihadapi hamba Tuhan ini. Beliau dituntut oleh pihak yayasan dan ibu kandung Y dengan tuntutan hukuman penjara.

Ibu M yang sudah merelakan waktu, uang , tenaga dan pikiran buat Y harus membayar mahal atas  kejadian ini. Bahkan ia harus mengorbankan  pekerjaannya sebagai guru sekolah hanya untuk merawat Y dirumah sakit hingga akhir hayatnya. Dan ia terancam dipecat dari sekolah.

Saya turut iba atas kejadian yang menimpa ibu M ini. Pengorbanan yang ia berikan buat Y malah dibalas dengan air tuba. Beliau bukan orang yang jahat, egois, apalagi pemeras. Ia berhati baik, tulus dan ikhlas. Ia tidak mementingkan diri sendiri, tapi mau berkorban untuk orang lain, seperti yang ia lakukan buat Y. Dan bukan Y saja yang merasakan kebaikan dan kepeduliannya, tapi saya, dan masih banyak orang lain lagi turut merasakan pengorbanan yang ia lakukan buat Kristus. Semuanya buat Yesus, bukan untuk siapa-siapa, apalagi untuk kepentingan pribadi. Tidak! Mereka semua  sudah salah mengerti.

 

Yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah berdoa, mohon bimbingan Tuhan Yesus buat ibu M agar diberi kekuatan, penghiburan, dan jalan keluar dari permasalahan ini. Semoga keajaiban terjadi buat hamaba Tuhan yang bersahaja ini.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s