Pelajaran dari orang Majus keempat


Alkitab tidak menulis secara spesifik berapa jumlah orang-orang bijak dari Timur atau para Majus yang melakukan perjalanan ke Betlehem mengikuti bintang. Tradisi kristen menyebutkan bahwa hanya ada tiga orang, yaitu Gaspar, Melkior, dan Baltasar. Tetapi, tradisi lainnya menceritakan tentang orang bijak keempat. Bernama Artaban.

Ketika itu Artaban sedang bersiap-siap untuk mengadakan perjalanan mengikuti arah bintang.Ia membawa serta emas, perak, permata dan bermacam-macam hadiah mahal lainnya sebagai persembahan kepada Raja yang baru lahir itu. Dalam perjalanannya untuk bergabung dengan ketiga temannya, Artaban berhenti untuk merawat seorang musafir yang sedang sakit. Ia tinggal beberapa lama disitu. Akibatnya ia tertinggal dalam perjalanan dan kehilangan jejak teman-temannya. Artaban kini sendirian, dan ia membutuhkan “kendaraan” dan perbekalan untuk mengarungi padang gurun. Maka Artaban menjual sebagian hartanya dan membeli makanan dan menyewa unta. Ia sangat sedih karena Sang Raja Baru akan kehilangan sebagian hadiah darinya.

Artaban kemudian melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba di Betlehem. Tetapi sekali lagi, ia sudah terlambat. Ada banyak serdadu sedang beroperasi dikota untuk menjalankan perintah raja Herodes, yaitu membunuh semua bayi laki-laki. Artaban mempunyai akal yang cerdik untuk dapat menyelamatkan bayi-bayi dikampung tempat ia menginap.Ia menyerahkan hadiah-hadiah yang pada mulanya untuk diberikan kepda Sang Raja, ia berikan kepada komandan serdadu Herodes untuk dapat menyelamatkan bayi-bayi yang hendak dibantai. Berkat perbuatannya tersebut , banyak bayi yang luput dari pembantaian dan ibu-ibu berterima kasih pada Artaban. Artaban menyadari bahwa perbuatannya itu mengurangi hadiahnya untuk Sang Raja Baru dan menipiskan bekal perjalanannya untuk menemukan Sang Raja Baru.

Selama 33 tahun Artaban mencari dengan sia-sia, sampai akhirnya ia sampai ke Yerusalem pada hari pelaksanaan penyaliban para terhukum. Artaban segera bergegas ke Kalvari dengan tujuan untuk bertemu para serdadu Romawi dan memberikan permata yang masih ada padanya agar orang yang bernama Yesus dibebaskan sebab pada malam hari sebelum penyaliban tersebut ia bermimpi, seseorang mengatakan bahwa Yesus itu adalah Raja Baru yang selama ini ia cari.

Dalam perjalanannya ke Kalvari ia melihat ada seoang muda yang diseret sepanjang jalan menuju pasar budak. Pemuda itu berseru minta tolong padanya. Tanpa pikir panjang, Artaban melepaskan permata-permata terakhir yang ada padanya sebagai tebusan anak muda tersebut. Artaban tidak memiliki harta lagi sebagai hadiah untuk Sang Raja.

Ketika sampai di Kalvari, hancur luluh hati Artaban karena menyadari bahwa dirinya tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong Yesus. Suatu keajaiban terjadi, Yesus memandang Artaban dan berkata kepadanya, “Jangan kecewa, Artaban.Kamu telah membantu Aku sepanjang hidupmu. Ketika Aku lapar,engkau memberi Aku makan; ketika Aku haus, engkau telah memberi Aku minum; ketika Aku telanjang, engkau memberi Aku pakaian; ketika Aku dipenjara, engkau menjenguk Aku.

sumber : Basilea News

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s