Jangan terburu-buru


Kita hidup di dunia yang serba instan. Tidak perlu menunggu lama, makanan cepat saji tersedia. Semua system serba komputerisasi. Kita tinggal meng’klik’, maka informasi yang kita butuhkan langsung tersedia. Semua serba cepat. Namun tidak selamanya cepat itu baik. Dunia mengatakan jika kita tidak cepat, maka kita akan terlambat.

Bagi penulis, cepat atau tidak hal itu relative. Dan jangan dimutlakkan. Maksudnya, kita perlu memilah-milah mana yang memang perlu cepat , dan mana yang membutuhkan waktu. Sesuatu yang membutuhkan waktu , jangan dipaksakan cepat. Hal itu tidak baik. Biarlah sang waktu ikut berperan dalam hidup kita. Hal positif yang bisa kita ambil dari sang waktu adalah kita belajar bersabar. Didalam penantian memang membuat kita jenuh dan cepat bosan. Tetapi didalam penantian, kita mendapatkan yang terbaik. Buah yang matang dipohon lebih manis/lebih gurih dibanding buah yang di”eram”kan /di’ilmiah’kan secara ‘paksa’. Mengikuti petunjuk rambu-rambu lalu lintas membuat kita selamat dijalan daripada “menabrak”nya. Makanan cepat saji tidak lebih sehat daripada masakan dirumah.

Tuhan tidak pernah terburu-buru melakukan kehendakNya. Semua bermula dari perencanaan yang matang. Dan Tuhan tidak pernah memaksakan kehendakNya yang terjadi. Ia selalu menyerahkannya pada sang waktu. Sesungguhnya Tuhan sudah memberikan petunjukNya pada manusia. Petunjuk bahwa segala sesuatu harus direncanakan matang-matang. Namun rencana itu tidak mengikat kehendaknya yang ‘jadi’, tapi tetap menyerahkan pada sang waktu , artinya kita jangan stress atau banyak pikiran jika rencana yang telah kita buat melenceng dari kehendak dan kemauan kita. Bukankah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta ini turut bekerja didalam rencana kita? Dan percayalah bahwa yang terjadi diluar kehendak kita adalah kehendakNya. Dan apapun yang terjadi , berarti itulah yang terbaik buat kita. Kita hanya mampu melihat didepan kita, namun tak berkuasa melihat masa depan kita. Apa yang terjadi esok hari saja kita tidak tahu, apalagi sebulan, setahun , sepuluh tahun…, nobody knows. Ada orang yang buru-buru mengumpulkan hartanya, katanya khawatir masa tuanya tidak dapat bekerja, atau ingin pension dini, maka ia bekerja siang dan malam, lembur sana lembur sini. Ada lagi yang memboroskan uangnya, katanya mumpung masih muda jadi mau menikmati hidup. Bukankah mereka hidup dengan “terburu-buru” dan khawatir akan hari esok yang masih cukup lama akan terjadi.

Hiduplah dengan tenang…. Jangan dipenuhi nafsu “terburu-buru”. Bukankah didalam ketenangan ada kedamaian? Dan didalam kedamaian kita dapat menikmati ciptaan Tuhan, dan merasakan bahwa Ia ada.

1 Korintus 14:33
Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

by : fidia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s