Tuhan No 1, Keluarga No2, Dst, Benarkah?


Sering kita mendengar pelayan Tuhan mengatakan bahwa Tuhan adalah urutan 1, keluarga berada diurutan kedua, teman atau yang lainnya urutan sekian. Atau bahkan kita sendiri telah mematoknya demikian. Apakah benar pernyataan tersebut? Pernahkan Tuhan melalui firmanNya mengatakan demikian?

Saya sendiripun pernah mematoknya demikian. Hal itu terjadi karena saya mendengar dari orang lain. Jadi bukan hasil pikiran saya. Saya pun terkadang merenungkan pernyataan demikian. Benarkah pernyataan tersebut? Sesuaikah dengan firman Tuhan? Dan kalo ya, dimana firman itu berada? Ayat manakah yang menyatakan demikian?

Dalam hal ini saya bersikap kritis karena banyak yang kita lihat mereka (pelayan Tuhan) mengalami kegagalan rumah tangga, seperti anaknya menikah bukan seiman, suami selingkuh atau istri selingkuh, anak narkoba, anak hamil diluar nikah, dan lainnya. Ironis bukan?

Setelah saya pikir-pikir, mungkin disinilah letak kesalahannya. Yaitu mereka memprioritaskan Tuhan no 1, Keluarga No 2, dstnya. Jadi, mereka sendiri membuat urutan yang tidak perlu. Maksudnya Tuhan jangan dijadikan prioritas ke satu atau ke dua atau ketiga. Tuhan adalah yang utama di hati kita. Artinya hendaknya kita bersikap, berkata, melayani seperti kasih Tuhan. Tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras, kita tetap mengasihi seperti kasih Tuhan. Itulah yang Tuhan mau. Bukankah firmanNya berkata : Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap kekuatanmu, segenap jiwamu; kasihilah manusia seperti dirimu sendiri.

Ketika kita mulai membuat prioritas atas Pribadi Tuhan, justru akan membuat kita rancu akan kasih Tuhan pada kita. Bagaimana Tuhan mengasihi kita, seperti itulah kita hendak mengasihi orang lain. Sama halnya ketika kita mempunyai anak-anak. Tidakkah kita sebagai orangtua membedakan anak-anak kita dengan sebuah urutan prioritas? Si A no 1, si B no 2, si D no 3, dstnya. Tidakkah anak-anak kita akan merasa sakit hati ? Demikianlah Tuhan. Tentunya Tuhan pasti sakit hati diurutkan seperti itu. Kelihatannya kita mengasihi Tuhan dengan meletakkannya diurutan pertama, apakah benar?

Tuhan kita bukan Tuhan yang keji. Masakan Tuhan mau melihat rumah tangga anak-anakNya hancur? Tentu tidak bukan? Tuhan adalah yang utama dihati kita. Namun bukan berada diprioritas manapun. Tuhan mau anak-anakNya hidup dalam damai sejahtera dan sukacita. Ia selalu merancangkan damai sejahtera, dan bukan kecelakaan. Yang salah bukan Tuhan, tapi kita sendiri yang tidak mengerti firmanNya. Kita yang membuat diri kita bingung dengan urutan-urutan yang kita buat sendiri. Jadi, berhentilah untuk membuat urutan-urutan tersebut. Semuanya penting dan patut dipikirkan dengan logika dan hati nurani. Jangan membuat sakit hati Tuhan karena prioritas yang kita buat untukNya. Dia tetap yang utama dan selamanya bertahta dihati kita. Lakukan segala sesuatu dengan takut akan Dia dan mengasihi Dia. Takut akan Dia artinya kita menghormati dan melakukan firmanNya. Semoga kita tidak lagi dibuat rancu dengan urutan-urutan yang tidak perlu itu. Dan Tuhan pun tidak sakit hati lagi. Amin.

Matius 12:50
Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

Satu pemikiran pada “Tuhan No 1, Keluarga No2, Dst, Benarkah?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s