Jalan keluar dari Tuhan



Membayar pajak adalah kewajiban bagi setiap warga negara. Sebagai warga negara yang baik kita tidak boleh menghindarkan diri dari kewajiban membayar pajak. Karena dengan membayar pajak berarti kita turut membangun bangsa dan negara.
Begitu juga dengan penulis. Penulis sendiri mulai melakukan kewajiban sebagai seorang warga negara yang baik. Tahun lalu, penulis sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) karyawan. Karena memang status penulis saat itu adalah karyawan.

Sedangkan orangtua (papa) penulis adalah seorang pedagang eceran, maka beliau memperoleh NPWP perorangan. Setahun sekali setiap orang yang memiliki NPWP harus melaporkan pajak SPT. Dan bagi NPWP perorangan setiap bulan harus membayar dan melaporkan pajak masa.

Setiap tahun papa penulis membayar dan melapor pajak dibantu oleh seorang akuntan. Tentunya fee seorang akuntan tersebut harus dibayarkan. Bila dihitung-hitung setiap tahun papa saya harus membayar fee akuntan tersebut Rp 1.200.000,- untuk pajak masa, dan Rp 200.000,- untuk pajak SPT. Bila diuraikan, setiap bulan papa penulis membayar Rp 100.000,- untuk jasa akuntan tersebut, diluar pajak yang harus disetor.

Yang memberatkan kami adalah jumlah fee yang melebihi jumlah pajak yang harus kami bayar ke kas negara. Jadi, bukan pajak yang memberatkan kami, namun fee akuntan itu yang terlalu mahal.

Pendek cerita, penulis berniat untuk mencoba membayar dan melapor pajak sendiri, tanpa bantuan akuntan. Awal mulanya, penulis tidak mengerti cara pengisian SSP (surat setoran pajak). Syukurlah ada mobil pajak keliling disekitar lingkungan kami, dan penulis dapat bertanya kepada petugas pajak langsung. Ternyata cukup mudah cara mengisi SSP itu. Terkadang, ketakutan kita lah yang membuatnya menjadi sulit.

Selanjutnya, untuk membayar/menyetor pajak , banyaklah bertanya pada setiap bank yang ada dilokasi terdekat anda. Penulis tidak menemui kesulitan, karena penulis menjumpai bank yang menerima pembayaran pajak.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana pelaporan pajaknya. Beruntunglah sekarang sudah ada website Direktorat Jenderal Pajak http://www.pajak.go.id/, yang memberikan informasi mengenai KPP (Kantor Pelayanan Pajak) sesuai nomor kode angka NPWP.

Segala sesuatu memang sulit pada awalnya, namun selanjutnya akan menjadi hal yang biasa dan mudah dilakukan.

Pada akhirnya penulis percaya, Tuhan lah yang membuka setiap jalan yang kita butuhkan. Ketika Tuhan membuka jalan, tidak ada rintangan yang terlalu sulit untuk dilalui. Karena Ia adalah Tuhan. Tuhan sungguh baik, sangat baik, dan teramat baik. Tuhan lah jalan itu. Datanglah pada Tuhan, Ia pasti buka jalan. Asal kita berniat baik dan benar, Ia pasti bersedia.!

2 pemikiran pada “Jalan keluar dari Tuhan

  1. NIce Info, cuma bagaimana jika dihadapkan pada saudara-saudara kita yang mempunya penghasilan minim yang makannya saja harus berfikir keras, apakah mereka juga diwajibkan untuk membayar pajak?

    • yah..membayar pajak adalah kewajiban setiap warga negara. Tapi dalam perundang-undangan perpajakan, ada penghasilan minimum baru dikenakan pajak. Bila berada dibawah penghasilan minimum kena pajak, maka warga negara tersebut tidak perlu membayar pajak. Semoga informasi ini bermanfaat. thanks atas komentarnya..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s