Persahabatan yang Sejati



Punyakah engkau sahabat yang sejati?
Apa sih kriteria sahabat yang sejati itu?
Tentunya setiap orang memiliki kriteria yang berbeda dalam mengartikan persahabatan yang sejati. Dan itu sah-sah saja, bukankah setiap orang dilahirkan berbeda latar belakang dan kebutuhan?

Bagiku kriteria seorang sahabat sejati itu adalah :
1. Setia
2. Baik
3. Membela Teman
4. Tidak perhitungan
5. Menjaga perasaan teman
6. Menghibur dan menguatkan

Mudah untuk mendapatkan teman, tapi sulit mendapatkan yang sejati. Setiap orang punya banyak teman, tapi sedikit yang memiliki sahabat sejati.

Bagaimana dengan diri kita? Dapatkah kita menjadi teman sejati bagi orang lain? Sulit untuk menjawabnya. Hanya saling terbuka satu dengan yang lain, saling curhat, saling share, barulah kita tahu dan mengerti apa yang menjadi kriteria mereka atas sosok teman sejati itu. Dan hal ini perlu dilakukan dengan sikap kedewasaan diri. Bukan tidak mungkin, kita bukanlah termasuk kriteria baginya, ataupun sebaliknya. Namun, saling keterbukaan ini merupakan langkah awal yang baik untuk saling memahami akan kebutuhan masing-masing, sehingga bisa saling mengisi kekosongan yang ada.

Bagaimana dengan teman yang sempat melukai hati kita, dapatkah ia menjadi sahabat sejati kita? Menurut anda bagaimana?
Menurut sudut pandang saya, semua harus dilihat duduk persoalannya. Dari semua sudut persoalan itu, bagaimana tanggapan teman tersebut terhadap kita , dan sebaliknya. Bila ia marah dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati kita dan melukai perasaan kita, rasanya cukup sulit untuk menjadikannya seorang sahabat sejati. Namun bukan mustahil, bila teman kita tersebut kemudian meminta maaf secara tulus kepada kita, dan kita memang mampu dan mau memaafkannya, maka bisa jadi ia lah seorang sahabat sejati kita.
Seorang sahabat sejati pasti mau meminta maaf dan memaafkan. Menjadi seorang sahabat yang sejati bukanlah instan, tetapi melalui proses. Melalui masalah yang timbul, bagaimana tanggapan dia dan kita, dan yang paling penting, bagaimana kita berdua mengakhiri masalah tersebut, paling banyak menentukan apakah kita atau dia layak dijadikan sahabat sejati.

Bila ia terus-menerus melukai perasaan kita, maka putuskan saja hubungan persahabatan itu, karena persahabatan demikian tidak membangun diri/karakter kita dan tidak baik untuk psikologis kita. Ingatlah, Pergaulan yang buruk, merusak kebiasaan yang baik.

Selamat menemukan sahabat sejati anda, begitupun juga dengan saya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s