Skenario Tuhan


Skenario Tuhan

Berbicara mengenai dunia akting, para aktor dan aktris berperan sesuai skrip/skenario yang diberikan. Mereka bebas berperan sesuai dengan jiwa dan karakter tokoh yang diperankan. Namun mereka tidak boleh menyimpang dari skenario yang diciptakan.Bila menyimpang, maka isi dari skenario atau jalan cerita yang telah ditulis akan kacau dan berubah total. Masing-masing berjalan sesuai dengan skenario yang dibuat.

Memang kita bukanlah para aktor dan aktris dalam sebuah film atau drama, tapi kita adalah aktor dan aktris dalam sebuah dunia kehidupan. Penulis skenario itu adalah Tuhan. Tuhan sudah menuliskan setiap perkara dan kejadian dalam hidup kita. Bahkan Dia sudah merencanakan dimana kita lahir, kapan kita lahir, dan bagaimana kita hidup. Namun kita sebagai aktor dan aktris tidak mengerti jalan cerita yang telah dibuat untuk kita perankan. Kita menjadi buta, dan membuat sendiri jalan cerita hidup kita. Kita membuat skenario hidup kita sendiri, dan kita jugalah peran utama dari cerita itu. Kita penulis, sekaligus pemeran utamanya.

Siapakah yang kita jadikan penonton dalam skenario hidup kita? Yaitu Tuhan. Tuhan hanyalah penonton yang tidak kita ijinkan untuk masuk dalam cerita kita, hanya bersikap pasif, atau bahkan tidak ada Tuhan dalam hidup kita.

Yohanes 1: 3 “ Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. “

Jadi, siapakah pemeran utama kehidupan kita? Adalah Tuhan. Tuhan lah sebenarnya pemeran utama dalam kehidupan kita, dan kita hanyalah pemeran pembantu, yang mnedukung agar jalan cerita menjadi lebih menarik. Pusat kehidupan adalah Tuhan. Semua yang terjadi adalah hanya untuk Tuhan, oleh Tuhan , dan dari Tuhan. Jadi, sesungguhnya, Tuhan lah”tokoh” itu.

Dalam skenario Tuhan, Yeremia 29: 11 “ Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Bagaimana dalam skenario yang kita buat sendiri untuk kehidupan kita? Pada akhirnya kehidupan kita menjadi kacau-balau, karena kita tidak mengerti akhir dari perjalanan hidup kita. Kita hanya mampu melihat sejauh mata kita memandang.

Datanglah pada Tuhan itu, yang telah merancangkan skenario kehidupan yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan. Namanya Yesus Kristus. Dialah yang empunya skenario dan tokoh utama dalam kehidupan kita. Manusia adalah aktor pendukung agar rencanaNya yang mulia dan penuh kuasa terjadi di bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s