Lisa A. Riyanto – Menomorsatukan Keluarga



Setelah menikah, artis cantik Lisa A. Riyanto absen dari panggung hiburan. Pasca menikah, rupanya Lisa tidak hanya sibuk merawat ketiga buah hatinya, ia juga masih aktif merilis album rohani. Baru-baru ini ia kembali mengeluarkan album rohaninya, Magnificant.

Begitu menikah tepatnya pada 2001, Lisa memutuskan untuk rehat sejenak dari dunia hiburan. Bisa dibilang keputusan yang diambilnya cukup berani, sebab waktu itu nama Lisa tengah naik daun. “Ketika kami menikah, tentunya kami akan fokus pada keluarga. Dan saya pikir kehidupan berumahtangga perlu pondasi yang kuat. Terlebih lagi begitu menikah tiga bulan, saya hamil, jadi saya harus menjaganya,” tutur artis yang memulai kariernya sebagai penyanyi pada 1994.

Selang beberapa tahun, tepatnya pada 2004 dan 2005 Lisa kembali aktif menyanyi lagu-lagu rohani. “Saya sempat buat album rohani untuk yayasan. Tidak dijual bebas, hanya untuk kalangan sendiri. Kalau tahun 2006 saya rekaman lagu rohani kharismatik dengan Maranatha. ”

Tahun ini Lisa kembali merilis album rohaninya, Magnificant. Album yang diproduksi Blessing Music itu tentulah menyiratkan makna yang cukup mendalam. “Magnificant adalah hymne atau lagu pujian kepada Bunda Maria yang sesuai dengan Kitab Suci,” imbuh Lisa. Buat Lisa, Bunda Maria tidak sekadar Ibu sejati, tetapi juga Ibu panutan. “Saya banyak belajar dari sosok Bunda Maria untuk menjadi taat dan setia kepada rencana Tuhan dalam hidup ini,” selorohnya.

Lagu Magnificant memang khusus dibuat bagi umat Katolik, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bisa dinikmati oleh umat Kristen. Pada album itu Lisa menyanyi dalam berbagai bahasa, yakni Indonesia, Latin, dan Jawa. “Semua lagu sudah akrab di telinga umat Katolik, tetapi disajikan dengan aransemen yang berbeda.” Lisa berharap albumnya itu bisa membuat umat kristiani bisa semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus melalui sosok Bunda-Nya.

KEPEKAAN DIRI
Ternyata pasca menikah, Lisa tidak hanya aktif menyanyi lagu-lagu rohani, ia meneruskan pendidikan ke jenjang S2 jurusan Marketing Komunikasi. “Suami seorang akademisi, dia dosen, konsultan, bahkan professor. Pekerjaan dia belajar dan belajar. Akhirnya itu yang memotivasi saya untuk ambil S2. Ya, itu cara saya juga untuk mengimbangi dia,” tutur perempuan yang bercita-cita membuka usaha Public Relations Consultant.

Selain sibuk kuliah, Lisa juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan gereja dan sosial. Alasan Lisa terjun dalam kegiatan pelayanan karena baginya kegiatan pelayanan merupakan salah satu cara untuk mensyukuri anugerah Tuhan. “Selain itu juga untuk mengembangkan talenta yang sudah Tuhan berikan kepada saya.”

Sementara alasan Lisa mau melakukan kegiatan sosial karena menurutnya, dengan berkegiatan sosial ia bisa melatih kepekaan dirinya terhadap kesulitan orang lain. “Melatih kita untuk tidak egois dan mewujudkan kasih Tuhan secara nyata sehingga hidup kita lebih bermakna,” katanya, mantap.

Kegiatan-kegiatan pelayanan yang dilakukan Lisa antara lain, menyanyikan lagu-lagu rohani di gereja-gereja Katolik maupun Kristen, KKR, KRK, seminar rohani, kegiatan kepemudaan, bazaar, dan lain-lain. Sedangkan kegiatan sosialnya, ia aktif membantu Yayasan Bhakti Luhur. “Jadi sifatnya rutin, berkala, dan berkesinambungan dalam mengadakan satu kegiatan ke kegiatan lain. Saya melakukannya bersama kelompok sukarelawan Perkasih.”

Lisa juga kerap mengunjungi cabang-cabang Yayasan Bhakti Luhur yang ada di Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Salatiga. “Kami membuat perencanaan kegiatan untuk penggalangan dana, perekrutan tenaga perawat, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Mengingat begitu padatnya kegiatan Lisa, tentulah Lisa harus pintar membagi waktu. Lisa punya prinsip dalam mengatur waktu. Ia mengaturnya berdasarkan skala prioritas. “Yang utama tentu saja keluarga. Jadi kegiatan pelayanan dan sosial diusahakan tidak mengganggu kegiatan keluarga. Namun demikian, saya tetap menjalankannya secara profesional, mengingat kegiatan yang lainnya juga melibatkan banyak pihak.”

Dalam mengatur jadwal, Lisa memang menomorsatukan keluarga. Terbukti, Lisa selalu berusaha mengosongkan jadwalnya bila putra sulungnya tengah menghadapi ulangan harian dan ulangan umum. “Dia susah belajar kalau enggak ditungguin. Jadi saya enggak pergi kalau dia ada ulangan,” imbuh Ibu tiga anak ini.

JAUH DARI GOSIP
Kehidupan para selebriti Indonesia seolah rentan dari gosip. Namun sepertinya itu tidak berlaku bagi Lisa. “Saya berusaha untuk senantiasa bersyukur atas anugrah Tuhan yang luar biasa melalui suami dan anak-anak, juga keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan saya.” Maka untuk itulah, Lisa selalu berusaha menjaga nama baik keluarga.

Lisa juga berusaha menjalankan perannya, baik sebagai penyanyi, ibu, dan istri secara seimbang. Ia tak ingin berbuat sesuatu hanya untuk membuat berita sensasi . “Saya tidak mau membuat berita hanya untuk sensasi, melainkan harus memiliki nilai informasi dan edukasi. Selain itu saya berusaha menjalin hubungan baik dengan teman wartawan,” tukasnya.

Supaya bisa menjalankan perannya dengan baik, salah satu upaya yang dilakukan Lisa adalah menciptakan komunikasi yang baik dengan anak dan suami, terlebih saat show dan pelayanan ke luar kota. “Walaupun saya sedang show ke luar kota, saya akan tetap berkomunikasi dengan anak dan suami.”

Komunikasi yang baik juga berusaha diciptakan Lisa dan suami, terlebih ketika tengah berselisih paham. Di saat seperti itu biasanya yang mereka lakukan adalah menenangkan diri. “Kami sudah tahu kelemahan masing-masing sehingga mudah bagi kami untuk saling memaafkan. Dan, bila suasana sudah tenang, komunikasi dapat terjalin dengan baik,” urai istri R. Eko Indrajit.

Sampai saat ini, Lisa dan suami terus belajar untuk bisa saling memahami. “Resepnya, kami sepakat bahwa cinta tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan dengan usaha yang harus dilakukan terus-menerus. Perbedaan karakter akan memperkaya dan melengkapi kami satu sama lain,” kata putri pasangan alm A. Riyanto dan Theresia Suwarti.

Sumber: Majalah Bahana, Agustus 2011

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s