Diam dalam kesalahpahaman


Shalom Sobat…
Hari ini aku mau sharing sedikit mengenai kehidupanku. Seperti topiknya yaitu diam dalam kesalahpahaman, mungkin sobat tidak memahami pengertian dari topik tersebut. Maka kiranya Sobat mau membaca habis cerita yang kutulis ini, karena tulisan ini mungkin dapat membantu Sobat yang sudah lelah untuk TERUS berusaha menjadi orang yang baik dimata keluarga, teman ataupun lingkungan.

Terus terang Sobat, hidupku sebelum didalam Yesus sangat hampa. Dulu saya rajin beribadah menurut agama yang saya anut. Pengajaran-pengajaran yang saya dapatkan adalah berbuat baik sebanyak-banyaknya agar dosa yang telah kita perbuat dapat dihapuskan. Jadi semacam ukuran timbangan. Anehnya, hal itu tidak mendorong saya untuk berbuat baik. Dan ukuran perbuatan baik itu apa? Standarnya seperti apa? Manakah yang disebut perbuatan baik? Tidak jelas. Justru, malah membuat saya menjadi cinta akan diri sendiri, artinya, apapun yang saya lakukan adalah demi kepentingan pribadi saya, dan BUKAN untuk orang lain.

Alhasilnya adalah saya semakin terlihat jahat dimata orang lain. Tapi, tetap saya merasa suci. Saya merasa tidak bersalah, dan benar-benar tidak merasakannya. Saya merasa apa yang saya lakukan adalah benar. Kejahatan apa yang saya lakukan? Saya hura-hura, saya pendendam, gampang tersinggung, merendahkan keberadaan oranglain, mengganggap diri saya tinggi, menyindir oranglain, membuat orang sakit hati, dan sebagainya. Memang kejahatan yang saya lakukan tidak berdampak pada tindak pidana atau hukuman penjara. Tapi, SETELAH saya bertemu dengan Yesus, saya sadar bahwa semua itu adalah salah. Tidak otomatis memang, tapi dengan seiring berjalannya waktu dan disertai membaca Alkitab, semua disingkapkan satu-persatu.

Saya malu sekali. Sungguh saya bukan apa-apa dimata Tuhan. Saya sungguh menyesal bersikap demikian. Saya bertekad mau berubah. Tidak mudah memang. Saat orang-orang disekitarmu sudah mendapatkan imej yang buruk mengenai dirimu, mereka akan sulit untuk menerimamu. Tapi, tetap saya coba. Masa Lalu tidak bisa diubah, tapi saya ingin mengubah masa sekarang dan masa depan.

Sekarang sudah 5 tahun saya ikut Yesus, dan sampai saat ini imej itu seperti bergerak ditempat. Saya sedih…sedih sekali. Saya merasa sudah berbuat semampu mungkin, tapi seakan hati mereka tertutup rapat buatku. Yah, sudahlah..kalo memang mereka masih memiliki pikiran negatif mengenai diriku, sudah tidak apa-apa buatku. Aku sudah menyerah dengan kekuatanku sendiri. Tapi, aku masih punya Yesus, yang percaya padaku, mengenal aku, itu merupakan Penghiburan buatku. Malah aku berpikir dan berkata kepada Tuhan Yesus, yah Tuhan, kalo memang ini JalanMu, maka aku tetap mengikutiMu. Beri aku kekuatan Tuhan, aku percaya pada akhirnya aku akan sampai pada Muara Kebahagiaan itu. Sebuah tempat yang indah, ada air yang mengalir, pohon-pohon dan bunga-bunga yang indah dan wangi, dan ada kedamaian disana. Dan aku akan sampai pada Destiny -ku, yang sudah Yesus rancangkan buatku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s