Tujuan Hidup sebenarnya


Tujuan Tuhan bagi hidup Anda tidak hanya untuk di saat ini dan di tempat ini, tujuan-tujuan itu untuk selama-lamanya.
Jika Anda berpikir hidup ini adalah hanya semua yang ada sekarang, maka Anda akan menetapkan tujuan seolah-olah hidup ini adalah hanya semua yang ada saat ini saja.

Di sisi lain, jika Anda menyadari satu hari Anda akan berdiri di hadapan Tuhan dan Dia akan mengatakan, “Apa yang kamu lakukan sementara Aku menempatkan kamu di bumi? Apakah kamu mempelajari hal-hal yang Aku tempatkan untuk kamu pelajari? Apakah kamu percaya pada Putra-Ku Yesus?”
Maka itu akan membentuk bagaimana Anda melihat tujuan-tujuan Anda.

Apakah tujuan saya membantu saya mengenal Tuhan, bertumbuh dalam Tuhan, melayani Tuhan, bersaksi mengenai Tuhan, mengasihi Tuhan, memberitahu orang lain tentang Tuhan?

Apa yang saya tanyakan pada Anda adalah, misalnya, bagaimana Anda berdoa?
Ketika Anda berdoa, apakah Anda berdoa meminta Tuhan untuk membantu Anda dengan tujuan Anda sendiri atau Anda berdoa untuk dapat mengerti dan mengikuti tujuan Tuhan?
Jika Anda mengatakan, “Tuhan, saya hanya mau melakukan apa yang Engkau inginkan untuk saya lakukan di bumi,” saya menjamin bahwa Tuhan pasti akan memberkati segala sesuatu yang Anda sentuh karena Tuhan sedang mencari orang yang dapat Dia pakai untuk memenuhi tujuan-Nya.

Roma 6:13 mengatakan, “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.”

Paulus memberikan contoh ini ketika dia mengatakan, “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” (1 Korintus 9:26)
Paulus adalah seorang pelari yang digerakkan oleh tujuan!
Dia menolak untuk diganggu dengan hal-hal di luar tujuannya.

Alkitab sering membandingkan kehidupan dengan perlombaan, jadi saya ingin Anda berpikir tentang hal ini — dalam perlombaan, Anda tidak bisa mengatur garis akhir.
Garis akhir sudah ditentukan sebelumnya.
Dan Anda membuat kemajuan satu langkah pada satu waktu, langkah demi langkah.

Yang sama berlaku dengan tujuan.
Anda bekerja untuk mencapai tujuan secara bertahap langkah demi langkah dan Anda bekerja dengan tujuan dalam setiap langkah.

Karena aku mengasihi Yesus..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s