Gaya Hidup Kristen


Sebagai orang kristen, kita dituntut untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan. Tokoh yang bisa kita jadikan panutan, adalah Yesus itu sendiri. Bagaimanakah gaya hidup Yesus selama dibumi ? Adalah berdoa (Matius 14: 23b “…Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri), mengajar firman Tuhan (Matius 4:23b “..Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah…), dan melakukan mukjizat (Matius 4:23b “…serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu).

Setelah penulis renungkan, sebenarnya gaya hidup seorang kristen itu ada 3 prinsip, dan ini penulis dapat melalui perenungan cara hidup Yesus itu sendiri.

    3 Prinsip gaya hidup kristen yaitu :

1. Berdoa
Doa adalah nafas hidup seorang kristen. Bila seorang kristen jarang berdoa, maka imannya sulit bertumbuh. Seperti seorang yang kurang oksigen dan kesulitan untuk bernafas. Hidupnya penuh kesesakan dan penuh kedagingan. Tidak berbeda dengan orang-orang duniawi.

2. Membaca Firman Tuhan
Firman Tuhan adalah terang dan pelita bagi hidup kita. Orang kristen yang jarang baca alkitab akan banyak menemui kesulitan hidup. Dan selalu salah mengambil keputusan atau jalan. Ia tersesat karena tidak punya arah hidup atau kompas yang dapat menuntunnya pada jalur yang benar. Dan kompas bagi umat kristen adalah Alkitab. Tidak dapat mengecap hidup damai sejahtera yang sesungguhnya. Karena damai sejahtera didapat dari kebenaran-kebenaran yang tertulis dalam Alkitab. Bagaimana ia bisa damai sejahtera jika ia tidak tahu kebenaran?

Membaca Alkitab tidak dapat dilakukan dengan setengah hati atau seadanya. Seperti kita berbicara pada teman dengan setengah hati, maka kita tidak memperoleh kebaikan apapun, tapi justru kebingungan. Bacalah Alkitab dengan sepenuh hati, maka Ia akan berbicara banyak mengenai siapa DiriNya dan kebenaranNya.

3. Menjadi garam dan terang bagi dunia
Sepanjang hidup Yesus dibumi, Ia selalu menjadi garam dan terang bagi manusia. Menyembuhkan, membangkitkan, mengajar, dan melakukan mukjizat lainnya, bahkan memberikan nyawaNya bagi kita. Setiap kata-kata yang Yesus sampaikan selalu berdampak baik bagi murid-muridNya dan orang banyak.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kata-kata dan perbuatan kita berdampak baik bagi hidup orang lain? Sudahkah hidup kita menjadi teladan bagi orang-orang yang tidak percaya, dan bagi orang-orang yang percaya?

Banyak cara dan jalan untuk berbuat kebaikan, namun ketulusan haruslah menjadi kunci bagi kita untuk melayani orang lain (Matius 10: 16b “..sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati). Banyak cara dan jalan menjadi garam dan terang, namun semuanya itu akan berarti bila kita telah hidup dimenangkan oleh Kristus.

Teknologi semakin maju dan berkembang, pergunakanlah semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Pakai itu sebagai alat untuk menebar hal-hal yang baik bagi hidup orang lain. Jadilah garam dan terang. Hidup akan lebih berarti ketika kita tidak memikirkan diri sendiri.

Akhir kata, penulis berikan satu ayat yang mendukung penulisan ini ; Matius 11: 28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”.

God bless you..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s